Sabtu, 20 April 2013

Memeluk dalam doa.

Sudah menginjak usia sembilan belas tahun, dan dua bulan lagi usianya dua puluh tahun.
sudah sebesar itu, kalian percaya berapapun umurnya ia tetap akan menjadi seorang anak kecil yang merindukan sosok sang Ayah di hidupnya.

aku mengenalnya beberapa bulan yang lalu, saat masih menjadi anak baru di tempat kerja.

dan, aku dekat hingga bisa di bilang aku sudah tahu semua ceritanya. bahkan tentang keluarganya.

kalian pernah merasakan rasanya tidak ada sosok ayah di hidup kalian sedari kecil?
kalian pernah merasakan bagaimana rasanya merindukan seorang sosok ayah di hidup kalian?
kalian pernah merasakan bagaimana rasanya berharap Ayah pulang kerumah namun yang di dapat adalah berita duka ia telah meninggal ?

ia, pernah merasakan semua itu.

dan aku tidak bisa mengataan apa-apa. hanya bisa memegang pundaknya dan berkata bahwa segalanya akan baik-baik saja.
mengatakan bahwa yang harus dilakukan adalah mendoakannya..

 tapi aku tahu, bagaimana sulitnya mengikhlaskan seseorang yang telah meninggal. iya, aku tahu.

untu sahabat saya, berjanjilah akan selalu tersenyum :")

Pertemuan dan perpisahan yang sama singkatnya bagai satu kedipan mata.

20 april 2013.

Aku ingin bercerita tentang tiap-tiap orang yang telah hadir di hidup saya..
minggu kemarin aku akhirnya bertemu dengan Ka Iyut dan Jul.
Dua orang yang telah beberapa bulan mengenal dan baru sempat bertemu minggu kemarin.
lalu beberapa hari kemudian, aku harus merasakan kehilangan lagi.
iya, temen satu kerja aku terpaksa harus diberhentikan kerja. masalah internal, entahlah aku tak begitu paham.

tapi, aku menyadari bahwa Tuhan ini sangat baik. membiarkan aku kehilangan orang-orang di sekelilingku lalu menggantinya dengan yang lain. menggantinya dengan orang-orang yang makin membuat aku lebih berarti.
membuat aku lebih belajar arti sebuah persahabatan, pertemanan, arti dari sebuah kehilangan dan mengikhlaskan.

karna tiap-tiap orang yang hadir di hidup kita, lalu pergi meninggalkan kita. mereka tidak benar-benar pergi bukan? kita hanya harus terbiasa untuk hidup tanpa mereka.

terimakasih untuk kalian yang telah hadir di hidupku, aku masih setia menunggu kejutan-kejutan dalam pertemuan dan perpisahan yang lainnya. :") 


Apa Kabar Sang Pemilik Senja..

Hai, bagaimana kabarmu?
aku menulis tentangmu sejak paragraf pertama di semua tulisanku.
aku tahu, segalanya akan berubah.
aku, kamu. bahkan dalam sepersekian detik pun segalanya bisa berubah bukan ?

aku selalu menunggu senja yang sama,
menunggu senja di bawah langit yang sama denganmu.
aku selalu setia kepada semesta saat gerimis turun.
kesetiaan itu apa menurutmu?

aku mencintai gerimis dan senja seperti aku mencintai setiap kejadian-kejadian yang kita berdua sebagai tokoh utamanya.

aku mencintai senja dan gerimis seperti aku mencintai setiap kerinduan yang hadir setiap saat.

:")