Langit saat senja, gerimis yang mneyejukkan dan kamu adalah sekian dari banyak ciptaan Tuhan yang berkali-kali aku syukuri.
aku menulis ini sambil menunggu senja diatas kereta. bagaimana denganmu
aku harap kamu juga sedang menunggu senja yang sama.
karna bagaimanapun, aku percaya kepada senja kita akan bertemu.
akan selalu ada aku mengingatmu. bukan untuk apa-apa. ah, entahlah.
kau tahu perasaan ini? selalu mengingat seseorang tapi kamu tidak tahu pasti alasannya apa.
untuk sebuah rasa, apa perlu sebuah alasan? tanyaku pada diriku sedniri.
dan tanpa sadar aku menggelengkan kepalaku, tidak setuju dengan pertanyaan tersebut.
sebuah rasa, bagaimanpun sungguh ajaib bukan ?
kata apa yang mampu mewakilkannya. kau tahu?
ajaib, misterius dan menakjubkan..
akan selalu ada sapaan "apa kabar" dan sebagainya yang menggantung dibibir. menyimpan semua yang ingin aku katakan sampai suatu saatnya nati kita bertemu. iya, suatu saat nanti.
beberapa menanyakan kepadaku, kapan saat itu tiba. aku sendiri tidak tahu, aku membiarkan hati dan jiwa ini menunggu dan mempercayakan segalanya atas kejutan-kejutan yang akan Tuhan berikan. kau setuju ?
seperti halnya rahasia. begitu banyak kata-kata yang bersatu yang akhirnya menjadi sebuah cerita yang masih akan berlanjut. sebuah cerita tentang rasa, hidup dan sebagainya yang ingin selalu aku ceritakan kepadamu.
begitu banyak rasa yang aku tak mampu menjabarkannya dengan baik. dan dalam memelihara rahasia. percayalah, aku pemelihara yang baik.
kembali lagi kepada senja dan gerimis. kau tahu apa impian kecilku? melewati saat senja ditemani oleh gerimis yang senantiasa merestui pertemuan kita. aku mungkin bukan jingga dibalik senja yang indah seperti yang kau harapkan, tapi sebagaimana senja yang selalu setia pada semesta. aku selalu ada, disini.
kau hanya perlu mempercayakan semuanya pada semesta.
aku bukannya tidak berharap apa-apa. semuanya mengalir dari hatiku, melaju sampai batas bibirku. cukup sampai disitu. aku masih belum punya cukup keberanian untuk mengatakan semuanya.
dan, lihatlah aku sudah melihat senja sekarang.
bagaimana denganmu ?
setidaknya, hal-hal yang tidak mampu kukatakan bisa aku tuliskan segalanya disini..
Minggu, 31 Maret 2013
Kamis, 21 Maret 2013
Alam semesta
Hamparan langit maha sempurna
kau sadar itu?
saat senja datang dan langit malam mulai menunjukan wajahnya.
saat kau berfikir bumi yang selalu kau pijak ini begitu mengerikan.
ambillah setidaknya lima menit waktu dalam hidupmu.
kau syukuri atas semua yang telah semesta berikan padamu
untuk tanah yang selalu kau pijak setiap hari
untuk air yang kau minum setiap hari
dan untuk setiap udara yang kau rasakan setiap hari
mengapa kau masih terus saja mengumpat?
maka marilah sayang, semesta ini sudah terlalu baik kepada kita
apa kau rela mengotorinya dengan sampah-sampah yang kau buang setiap saat?
apa kau rela merusak keindahan alam dengan segala aktivitas manusia yang tidak masuk akal?
berterimakasihlah kepada semesta dan Tuhan yang maha baik
*puisi ini dibuat iseng-iseng mengikuti salah satu lomba puisi untuk acara cermony Earth Hour 2013* :)
kau sadar itu?
saat senja datang dan langit malam mulai menunjukan wajahnya.
saat kau berfikir bumi yang selalu kau pijak ini begitu mengerikan.
ambillah setidaknya lima menit waktu dalam hidupmu.
kau syukuri atas semua yang telah semesta berikan padamu
untuk tanah yang selalu kau pijak setiap hari
untuk air yang kau minum setiap hari
dan untuk setiap udara yang kau rasakan setiap hari
mengapa kau masih terus saja mengumpat?
maka marilah sayang, semesta ini sudah terlalu baik kepada kita
apa kau rela mengotorinya dengan sampah-sampah yang kau buang setiap saat?
apa kau rela merusak keindahan alam dengan segala aktivitas manusia yang tidak masuk akal?
berterimakasihlah kepada semesta dan Tuhan yang maha baik
*puisi ini dibuat iseng-iseng mengikuti salah satu lomba puisi untuk acara cermony Earth Hour 2013* :)
Langganan:
Komentar (Atom)