Judul : Jabat ( Janji Sahabat)
Penulis : Enggar Widianingrum
Jumlah Halaman : 258 Halaman
Penerbit : Self Publishing, Nulisbuku.com
Novel ini bergenre teenlit. Bercerita tentang jungkir balik empat perempuan yang sedang menginjak bangku sekolah di SMK yang memperjuangkan sebuah impian, cita-cita dan persahabatan.
Berawal dari memiliki hobi yang sama, yaitu bermusik. Vika, Meta, Tina dan Raya sepakat untuk membuat suatu grup band yang personilnya terdiri atas mereka semua.
Mereka bertemu saat sama-sama bersekolah di SMK. Dengan tekad yang kuat, mereka membentuk suatu grup band yang bernama Erafers.
Dalam melakukan suatu perjalanan, tidak ada yang benar-benar mulus bukan ? begitu pun dengan kisah yang disajikan dalam novel ini. Perjalanan grup band dan persahabatan mereka pun tidak selalu berjalan lancar. Selalu saja ada masalah yang datang silih berganti. Dari masalah percintaan, masalah keluarga dan sebagainya.
Lalu bagaimana mereka menyelesaikan setiap masalah yang ada?
Aku kasih 4/5 untuk novel ini.
Masih dihalaman sebelas, ada kalimat yang membuat aku berfikir dan bertanya-tanya dalam hati.
kalimatnya seperti ini "Oke mulai hari ini, lu resmi jadi sahabat sekaligus personil baru kita. Minggu depan kita mulai latihan." Bagi aku, menjadi seorang sahabat seseorang itu tidak sesederhana kalimat diatas. Yang baru kenal, lalu berkata bahwa resmi jadi seorang sahabat. Ah, entahlah. Kalian punya teman
? Sahabat? Apa arti sahabat untuk kalian?
Menurutku, kita bisa berteman dengan siapa saja. Tapi tidak semua orang bisa jadi sahabat.
Itu hanya pendapatku saja, lanjut ya :))
Ah iya, dari awal aku membaca ini. Tidak ada penggambaran atau deskripsi tokoh atau suatu tempat tertentu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana seorang Vika, Meta, Tina atau Raya itu seperti apa. Imajinasiku berkurang.
Dan, mengapa tokohnya banyak sekali? Menurutku untuk cerita yang kurang dari 300 halaman, terdapat 50 tokoh itu terlalu banyak. Padahal tokoh utama disini hanya ada empat orang.
Dalam penulisan, masih ada beberapa hal yang typo dan kesalahan EYD. Aku sendiri masih belajar tentang ini, jadi sama-sama belajar ya.
Beberapa contoh nya adalah.
- masih terdapat penggunaan huruf kecil pada nama seseorang. Misal vika dan raya.
- mengambing hitamkan = mengkambinghitamkan
- ntraktir = nraktir
- terlalu banyak tanda koma dalam suatu kalimat. " Kalo kita memang punya salah, kita minta maaf,deh. Tolong kasih tahu, apa salah kita?"
- sediri = sendiri
- derastis = drastis
- ajs = aja
- sementar = sementara
- mementingin = mementingkan
- menyetujinya = menyetujuinya
- mingu = minggu
- berpikirin = berpikiran
- kala = kali (hal 117)
- menagis = menangis
- keringan = keringanan
- ngrasa = ngerasa/ merasa
- Afita atau Afit?
- sesame = sesama
- ngrasain = ngerasain/merasakan
Ada juga beberapa kata yang menurutku kurang pas, seperti " nerusin, entar, kelar...." heheee :D
Yang aku sayangkan sih ya, deskripsi tokoh ternyata ada di belakang. hmmm
Tapi yah, biar bagaimanapun aku suka sama ceritanya. Suka sama konflik-konflik yang ada dan cara penyelesaiannya. Dan, selamat yoo sudah mampu menerbitkan buku sendiri. Untuk EYD dan typo yuk sama-sama belajar :))
aku tunggu cerita lainnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar