Fitriyah Sambuari
Fajar telah menguliti malam.
Ibara jeruk yang terlepas dari cangkangnya.
Terlihat, mulai terlihat manisnya hidup.
Ragu-ragu aku melangkah.
ikut, mengikuti nada keraguan hati.
Yang masih mencari penghuni hati.
Agar hati lebih kokoh lagi.
Heboh, hebohkan penghuni alam.
Saat aku mulai mencium bau keberadaanmu.
Abis, habis sudah keraguan ini.
Mulai kulangkahkan kakiku.
Buat mencari baumu.
Udah, sudah saatnya aku berlari.
Buat mengejar bau keberadaanmu yang semakin jelas.
Abjad yang merangkai namamu mulai aku temukan.
Rangkai, sambil kurangkai dalam pencarian.
Indah, keindahanmu telah menghapus kelelahan dalam pencarianku.
“FITRIYAH SAMBUARI”
-Irvan Fauzi-
09:00, 1 Mei 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar