Rabu, 15 Mei 2013

(FF) Aroma kerinduan di kala senja

14 Mei 2013

     Senja, pelangi dan bau tanah sehabis hujan turun. Ditemani gerimis saat senja, aku pergi ke cafe tempat biasa aku menghabiskan waktu berjam-jam ditemani oleh satu, dua atau bahkan tiga gelas kopi.
     Pelayan di cafe ini selalu tahu kopi apa yang biasa aku pesan. Cappucinno. Tidak beberapa lama, kopiku datang. Aku pun sudah siap dengan buku kecil yang selalu aku bawa kemana-mana. Aku memang biasanya menghabiskan waktu di sini untuk menulis.
     Aku menyesap kopiku perlahan, tidak ingin melewatkan aroma yang ada dalam kopi tersebut. Lalu, alu terkesiap. Ternyata bukan hanya aroma kopi yang kucium, ada aroma khas yang sangat aku kenal.
     Aroma parfum.
     Parfum favorit dari seseorang yang menyadari bahwa aku dan dia sama-sama saling mendoakan saja dapat membuatku bersyukur berkali-kali.
     Aku ingat bagaimana dahulu sempat bertengkar hanya karena memilih parfum yang berbeda.Bertengkar dengannya adalah satu hal yang aku rindukan.
     Kopiku tinggal setengah gelas. Tapi, bagaimana kabarnya saat ini ?
     Ia pergi hanya meninggalkan bekas bibir di ujung gelas kopi favoritnya dan aroma parfum yang tak pernah aku lupakan.
     Senja telah hilang. Aku pulang dengan tidak membawa tulisan apapun dan aroma yang masih tercium jelas. Entah parfum siapa di cafe ini, mungkin hanya sebuah pertanda aku merindukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar