Minggu, 26 Mei 2013

Selamat malam, Pahlawan Kecil..

Pulang kerja, seperti biasa menunggu kemacetan yang entah sampai kapan akan usai. Aku duduk di dekat pintu bus jemputan. Lalu tiga orang anak kecil masuk, satu membawa gitar kecil.

Mengamen, tentu saja.

Kalian pastinya sudah hapal betul suara anaka-anak mengamen di jalan atau di bis kan?. Suara kepolosan yang sama. Suara gitar yang seadanya. Suara kebebasan atau tidak peduli yang sudah sangat saru. Atau bahkan suara kerinduan yang sama satu dengan yang lain.

Aku tidak begitu memperhatikam lagu yang mereka nyanyikan, karena tidak tahu lagu apa dan siapa penyanyi aslinya. Mereka mencampurnya dengan bahasa jawa. Bahasa yang aku tak begitu memahaminya.

Yang aku perhatikan adalah semangat mereka. Iya.

Apalagi dengan satu anak kecil, mungkin seumuran dengan keponakanku yang saat ini duduk di kelas 3 SD.
Ia membawa gitar kecil, sambil menyanyikam lagu-lagu yang sangat ia hapal di luar kepala. Aku tidak begitu yakin mereka mengerti makna lagu yang mereka nyanyikan. Ah, siapa yang peduli?

Serelah beberapa lagu selesai, satu orang dari mereka maju ke depan, lalu menyodorkam satu plastik bekas permen kepada para penumpang bis, teman-temanku.

Kuperhatikan sebagian dari mereka memberi uang ke anak tadi, Lalu fikiranku pun berpencar kemana-mana.

Harusnya tidak ada yang seperti ini bukan?
Harusnya mereka, anak-anak kecil seperti ini sedang siap-siap untuk tidur setelah mengerjaan PR dari sekolah.
Harusnya tidak ada anak kecil yang sudah larut malam seperti ini berpindah dari satu bis ke bis lainnya menyanyikan satu lagu lalu meminta "recehan"
Harusnya mereka sedang berada di tempat tidur di temani oleh dongeng-dongeng berupa doa-doa kecil yang di bacakan orangtua mereka.

Harusnya, iya seharusmya.

Hidup ini begitu lucu bukan?

Suatu saat nanti aku yakin dan Insya Allah di Indonesia ku ini. Tidak ada lagi yang seperti mereka. Amin.


Malam, 15 April 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar